Showing posts with label Taufik Ismail. Show all posts
Showing posts with label Taufik Ismail. Show all posts

Monday, February 9, 2009

BUKU TAMU MUSIUM PERJUANGAN

BUKU TAMU MUSIUM PERJUANGAN
Oleh :
Taufiq Ismail



              Pada tahun keenam
             Setelah di kota kami didirikan
             Sebuah Musium Perjuangan
             Datanglah seorang lelaki setengah baya
             Berkunjung dari luar kota
             Pada sore bulan November berhujan
             dan menulis kesannya di buku tamu
             Buku tahun keenam, halaman seratus-delapan

Friday, January 9, 2009

BAYI LAHIR BULAN MEI 1998

BAYI LAHIR BULAN MEI 1998  
  

Dengarkan itu ada bayi mengea di rumah tetangga 
Suaranya keras, menangis berhiba-hiba 
Begitu lahir ditating tangan bidannya 
Belum kering darah dan air ketubannya 
Langsung dia memikul hutang di bahunya 
Rupiah sepuluh juta 
  

BAGAIMANA KALAU

BAGAIMANA KALAU 

 

Bagaimana kalau dulu bukan khuldi yang dimakan Adam, 
tapi buah alpukat, 
Bagaimana kalau bumi bukan bulat tapi segi empat, 
Bagaimana kalau lagu Indonesia Raya kita rubah, 
dan kepada Koes Plus kita beri mandat, 

Tuesday, January 6, 2009

KETIKA BURUNG MERPATI SORE MELAYANG

KETIKA BURUNG MERPATI SORE MELAYANG  
  
 

Langit akhlak telah roboh di atas negeri 
Karena akhlak roboh, hukum tak tegak berdiri 
Karena hukum tak tegak, semua jadi begini 
Negeriku sesak adegan tipu-menipu 

Monday, January 5, 2009

Bangsa Pengemis

KALIAN CETAK KAMI JADI BANGSA PENGEMIS,  
LALU KALIAN PAKSA KAMI  
MASUK MASA PENJAJAHAN BARU,  
Kata Si Toni 
 
 
Kami generasi yang sangat kurang rasa percaya diri 
Gara-gara pewarisan nilai, sangat dipaksa-tekankan 
Kalian bersengaja menjerumuskan kami-kami 
Sejak lahir sampai dewasa ini 

Sunday, January 4, 2009

Kembalikan Indonesia Padaku

KEMBALIKAN INDONESIA PADAKU 
kepada Kang Ilen  
 
 
Hari depan Indonesia adalah dua ratus juta mulut yang menganga, 
Hari depan Indonesia adalah bola-bola lampu 15 wat, 
sebagian berwarna putih dan sebagian hitam,  
yang menyala bergantian, 

Saturday, January 3, 2009

Jalan segera

Jalan Segara


Di sinilah penembakan
Kepengecutan
Dilakukan

Friday, January 2, 2009

Do'a

DOA

Tuhan kami
Telah nista kami dalam dosa bersama
Bertahun-tahun membangun kultus ini
Dalam pikiran yang ganda
Dan menutupi hati nurani

Thursday, January 1, 2009

Dari Ibu Seorang Demonstran

Dari Ibu Seorang Demonstran

"Ibu telah merelakan kalian
Untuk berangkat demonstrasi
Karena kalian pergi menyempurnakan
Kemerdekaan negeri ini"